Jumat, 14 November 2008

Ingatkah Kita Dengan Palestina?

Saudaraku...Ingatkah kita dengan kiblat pertama ummat Islam Al-Aqsha? Tempat berdirinya Baitul Maqdis yang telah lama terluka oleh serangan laknatullah Yahudi. Telah begitu banyak para mujahid dan mujahidah menemui SYAHID. Di sana tak ada waktu untuk tertawa walau hanya sedetik, yang ada hanya lemparan batu yang dilontarkan untuk menghadapi para Yahudi yang menyerang membabi buta bumi Islam yang diberkahi serta negeri para Nabi.
Saudaraku...Entah sudah berapa banyak jiwa yang telah menemui syahidnya. Sedangkan kita? masih dapat tertawa dengan lepasnya, membuang waktu dengan hal-hal yang sia-sia, melakukan pekerjaan yang sia-sia...padahal ajal sedang mengintai kita. Yang membedakan kita dengan saudara kita di Palestina adalah kita masih dapat menikmati hidup dengan nyaman sedangkan saudara-saudara kita hidup dengan semangat hanya untuk membela Dienullah.
Saudaraku...Tidakkah kau tahu? Apa yang paling ditakuti oleh para musuh-musuh Allah? Hanya satu kata yaitu JIHAD. Masihkah kau ingat sebuah nama yang akan tetap terekam oleh ingatan ummat Islam? Ya, As Syahid Syeikh Ahmad Yasin. Tentara zionis memikirkan banyak cara untuk membunuhnya, padahal jika dilihat dari fisik ia sudah renta dan kakinya pun sudah tak lagi berfungsi karena akibat serangan zionis Israel. Mereka dengan liciknya meluncurkan sebuah bom pada mobil As Syahid Syeikh Ahmad Yasin hingga dalam sekejap penyemangat para pejuang di Palestina ini menemui syahidnya. Semerbak harum syurga menyeruak seiring dengan darah beliau yang mengalir di padang pasir.
Saudaraku... Sadarlah bahwa dunia ini hanya sementara, jangan sampai kita terlena dengan dunia yang hanya maya semata. Ingat saudaraku tiap detik yang kita lalui akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Saudaraku...marilah kita sisihkan dari uang kita untuk membantu saudara-saudaraku di Palestina, karena setelah zionis Israel memblokade jalur GAZA, rakyat Palestina mengalami kemiskinan, dan hak-hakl rakyat terluka tidak dapat dipenuhi karena tidak ada obat dan bahan bakar untuk mobil yang ambulan yang bleh masuk ke Palestina.
Saudaraku...Coba kita bayangkan kita saat ini berada di Palestina, yang tiap menit terdengar suara tembakan dan bom yang tak henti-henti. Hidup kita hanya berada dalam ketakutan jika sewaktu-waktu sebuah peluru menembus tubuh kita atau sebuah bom datang ke arah kita dan dalam sekejap tubuh kita hanya tinggal kepingan yang tak lagi dapat dipersatukan lagi.
Saudaraku...bukan maksudku menakutimu, tapi suatu saat pasti kita akan berada pada situasi yang saat ini sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Palestina. Kini...saatnya kita tata hati dan tujuan hidup kita, agar kita siap jika suatu saat kita akan dipanggil menemui Rabb kita. Ingatlah wahai saudaraku bahwa akhirat adalah alam yang kekal selamanya, dan mari kita siapkan bekal untuk memasuki dunia kita yang kekal.


Faiza

Kamis, 06 November 2008

Andaiku Seorang Bidadari


Bidadari itu sangat cantik. Dengan sayap yang dipenuhi oleh bulu berwarna putih yang halus, paras yang cantik, mata indah yang berseri-seri, hidung yang mungil, bibir yang berwarna merah tanpa pewarna, dan senyum yang begitu manis yang tak bosan dipandang oleh mata. Adakah bidadari itu di dunia? Ya Rabb ku ingin seperti bidadari yang selalu dapat tersenyum dengan tulus, yang menolong tanpa mengenal pamrih, yang dapat membantu siapapun. Aku tak ingin menjadi bidadari yang hanya cantik melalui fisik saja, tetapi aku ingin menjadi bidadari yang memiliki hati, perangai dan tingkah laku yang cantik pula. Begitu banyak wanita cantik di dunia ini tapi tak ada yang secantik bidadari yang sangat mengharap cintaMu. Begitu banyak wanita yang halus perangainya namun ia tak dekat denganMu. Begitu banyak wanita yang tulus tapi di belakang ia selalu mengeluh dan mengeluh. Rabb...aku tak ingin menjadi bidadari yang sepeti itu. Tolonglah hambaMu yang lemah dan papa ini tanpa kehadiranMu. Tuntulah langkah kakiku untuk selalu mendekat kepadaMU. Jagalah lidah ini dari perkataan yang sia-sia lagi menyakitkan Rabb. Tundukkan mata ini agar tidak melihat hal-hal yang seharusnya dilihat. Tutuplah telinga ini dari pembicaraan-pembicaraan yang menggunjing orang lain. Ajari tangan ini untuk selalu menulis yang bermanfaat. Rabb, aku tak berharga tanpaMu di sisiku. Aku tak bisa hidup tanpa dekat denganMu. Aku tak bisa nerjalan tanpa tuntunanMu. Rabb...nyalakanlah api cinta kepadaMu dalam hatiku, aku tak ingin ada nama selain Engkau dalam hatiku. Rabb...tetaplah bersamaku mengarungi jalan yang penuh aral dan rintangan ini. Aku takkan sanggup bertahan dalam jalan ini sendirian. Rabb...aku mohon padaMu tetap jaga aku dan selalu bersamaku, karena hanya kepadaMu-lah aku memohon dan meminta pertolongan.

Minggu, 26 Oktober 2008

Ketika Resah Mulai Melanda


Ketika usia semakin bertambah, keriput mulai menjelma tapi jodoh tak kunjung bersua. Hati mulai resah, gundah melanda dan iman yang terkadang goyah. Kepada ikhwahfillah, jangan pernah merasa gundah gulana ketika kekasih yang dinanti tak kunjung tiba, jangan pernah merasa ragu akan kekuasaan Sang Maha Berkehendak. Bersabarlah, karena jika waktu dan saatnya sudah tepat menurutNya insyaAllah apa yang dinantikan selama ini akan datang, bahagiakan menghiasi jiwa. Yakinlah bahwa janji Allah itu pasti, daripada kita resah, gundah yang terkadang membuat iman goyah lebih baik kita perbaiki diri kita agar ketika saat itu tiba kita telah siap menyongsongnya. Saat ini mungkin hasrat untuk segera menggenapkan dien sangat menggebu dalam benak kita, tetapi pernah kita berpikir, akankah kita siap menghadapi dunia setelah ijab terlafadzkan? Seorang murobbiah pernah berkata: ketika kita mengadakan sebuah acara ketika acara itu selesai maka akan ada pembubaran panitia, tetapi ketika walimah ursy telah selesai digelar akankah ada pembubaran atas ijab yang telah terlafadzkan? Ikhwahfillah jangn pernah terbayang oleh pikiran kita tentang keindahan setelah pernikahan, tetapi sanggupkah kita menghadapi segala sesuatu yang kelak akan terjadi di depan kita nanti? memang akan banyak keindahan dan kebahagian yang akan menjelma, banyak yang bilang "saya menyesal menikah.....kenapa gak dari dulu aja ya!". Daripada kita melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat alangkah baiknya jika kita mengisi waktu kita dengan sesuatu yang bermanfaat bagi kita kelak. Oya...satu lagi dalam menetukan kriteria pasangan kita jang terlalu ideal kenapa? Karena tidak satu makhluk pun yang tercipta dalam keadaan yang sempurna. Ingat pilihlah pasangan kita karena dienNya insyaAllah kita akan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat. Keep spirit oke!!! Semangat!!! ALLAHU AKBAR!!!!!!!!

Kamis, 18 September 2008

Indahnya Ramadhan Di Sekolahku


Marhaban yaa Ramadhan....Alhamdulillah Yaa Rabb, Engkau telah mempertemukan aku di bulan magfirohMu. Ramadhan tahun ini adalah ramadhan pertama aku berada di sekolah tempatku mengajar. Awalnya aku agak ragu apa yang bisa aku lakukan untuk acara Pesantren Kilat(Sanlat) Ramadhan 1429 H SMPIT Al-Ishlah...alhamdulillah aku bisa memaksimalkan keberadaanku di sana. Aku bertugas sebagai sekretaris sekaligus seksi acara, yang secara otomatis aku menjadi pembawa acara. Awalnya aku gugup, tangan dingin tapi....setelah beberapa menit berlalu rasa gugup itu pun hilang dan alhamdulillah sampai acara terakhir berjalan dengan lancar dan sukses. Di sanlat ini aku bisa bertambah dekat dengan murid-muridku, yang pasti ramadhan tahun ini ramadhan yang paling berkesan untukku. Alhamdulilah...terima kasih yaa Rabb, atas segala nikmat kebahagian yang telah Engkau berikan padaku....

Senin, 11 Agustus 2008

Ketika Ujian Itu Datang...............


Kita tak pernah tahu tentang apa yang akan terjadi pada diri kita. Seperti aku yang tak pernah menyangka akan kehilang dua buah handphone kesayanganku ditambah lagi dengan uang hasil kerja kerasku selama seblan. Semua bagai mimpi dalam tidur panjang yang lelap. Awalny, aku masih berharap dapat mendapatkan dua handphone kesayanganku tapi seiring berjalannya waktu itu hanya sebuah asa yang takkan terwujud. Aku berpikir akan banyak silaturrahim yang terputus karena ada beberapa nomor yang belum ku salin di buku harianku. Tapi pada akhirnya aku sadar bahwa aku tdak terlalu membutuhkan dua handphone begitupun dengan uangku. Mungkin uang dan handphone itu akan lebih bermanfaat untuk orang yang menemukannya. Aku harus lebih banyak belajar lagi mengenai ikhlas. Dan ini adalah saatnya. Ya Allah bantu aku untuk mngikhlaskan semua yang hilang dan peri dariku. Aku tahu Rabb, Kau punya rencana lain dibalik semua peristiwa ini. Ya Rabb, hamba berharap handphone dan uang itu dapat memberi manfaat bagi yang menemukannya. Rabb, satu keyakinan yang hamba tanam dalam benakku bahwa Engkau pasi akan memberikan ganti yang lebih baik lagi. Ajari aku untuk lebih ikhlas dalam menerima setiap ujian yang Engkau berikan Rabb. Untuk saudara maupun saudariku, afwan kalau mulai saat ini ana tidak bisa menghubungi antum semua karena nomornya tdak ana hafal semua. Tapi kalau anti tidak keberatan antum semua bisa menghubungi ana di email ini nazwa_humairoh@yahoo.com atau di messenggernya. Ana sealu berharap Allah segera mempertemukan kita dalam ukhuwahnya kembali. Afwan jidan......

Indahnya Menjadi Seorang Guru


Mmh...tak pernah terbayang olehku menjadi seorang tenaga pengajar, walaupun aku kuliah di bidang pendidikan tapi...........aku sangat bangga menjadi seorang guru. Rasa kesal pasti ada tai semua sirna menjadi kebahagian ketika aku melihat senyum manis terkembang di wajah murid-muridku.Leganya aku bisa melihat senyum manis mereka. Aku takkan pernah menyesal sedikitpun menjadi seorang guru. Anak-anakku...ibu sayang kalian semua, semoga kalian bisa menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihah serta berguna bagi keluarga, masyarakat dan agama.

Minggu, 20 Juli 2008

CURHATKU KEPADA-MU YA ALLAH.....


Kucintai Engkau dengan dua cinta Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu Cinta karena diriku membuat diriku lupa pada yang lain Senantiasa menyebut nama-Mu Cinta karena diri-Mu membuat diriku selalu memandang-Mu Karena Kau kuakkan hijab Tiada puji bagiku untuk ini dan itu Bagi-Mulah puji dari penghuni semesta.
Ya Allah, Engkau Tuhan Yang Disembah..! Kuatkanlah imanku dalam keadaan apapun Dan janganlah Kau bolak-balikkan hatiku setelah Kau berikan hidayah-Mu
Ya Ghaffar, Engkau Maha Pengampun...! Aku hanya mampu mengungkapkan secuil risalah-Mu Namun, belum mampu mencegah kemaksiatan Belum mampu menyentuh hati yang keruh.
Ya Hafizh, Engkaulah Maha Memelihara...! Lindungilah aku dari kehancuran moral dan mendustakan agama-Mu Jangan jauhkan aku dari Ramadhan-Mu Karena di sanalah kutemukan muara tangisan umat-Mu Jangan jauhkan aku dari si lapar dan si miskin Karena di sanalah ku menemukan-Mu.
Ya Akbar, Engkaulah Yang Maha Besar...! Betapa kecilnya diriku dibandingkan kebesaran-Mu Aku tak mampu melihat kebesaran-Mu dengan mata kepala Bukalah pintu hatiku agar ada ruang bagi kebesaran-Mu Bukalah pintu hatiku agar aku dapat melihat rahmat-Mu
Ya Razzaq, Engkaulah pemberi rezeki...! Niat telah kuikrarkan Usaha telah kulakukan Tenaga telah kukerahkan Aku tak berharap kepada siapapun Hanya kepada-Mu aku memohon pertolongan Bukalah pintu rezekiku...!
Ya Ghani, Engkau Tuhan Yang Maha Kaya...! Ada orang miskin tak bisa makan enak karena tak ada makanan Tapi tak sedikit orang kaya yang tak merasakan kelezatan makanan karena sakit
Ya Hakim, Engkaulah Yang Maha Bijaksana...! Aku ingin menjadi orang yang bijaksana Aku ingin menjadi orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Ya Alim, Engkaulah Tuhan Yang Maha Mengetahui...! Berilah aku hikmah agar mampu melihat kebaikan-Mu Berilah aku hikmah agar mampu menyelami tangisan dan impian saudara kami
Ya Jabbar, Engkau Yang Maha Kuasa...! Kepunyaan-Mulah apa yang ada di langit dan di bumi Jangan putuskan harapanku untuk menanti nikmat-Mu Di tengah kesusahan hidupku ini.
Ya Qawi, Engkaulah Zat Yang Maha Kuat Tanamkan kekuatan-kekuatan dalam hatiku Agar aku tak menyerah pada kesulitan hidup Agar aku mampu istiqomah dalam keyakinanku
Ya Matin, Engkaulah Zat Yang Maha Kukuh...! Tanamkanlah kepercayaan diri dalam jiwaku Agar aku tak merasa rendah di mata orang lain.
Ya Wasi, Engkaulah Yang Maha Luas Ketika aku memberi kepada orang lain Sungguh menambah pahala bagiku Ketika aku membantu orang lain Sungguh menambah kecintaan orang lain kepadaku.
Ya Qadir, Engkaulah Yang Maha Menentukan...! Segala pikiran telah kucurahkan Segala ikhtiar telah kulakukan Suara hati telah kudengarkan Sekarang tetapkanlah KETENTUAN-MU...!
Duhai Al-Amin Allah Swt dan malaikat-malaikat bershalawat kepadamu Shalawat kebajikan atas Al-Amin Semoga orang yang bershalawat kepadanya selalu diberkahi.Amin! Aku berdiri dalam tangisan diambang senja Yang aku tahu kematian telah dekat Namun, adakah surga akan mempertemukan aku dengannya...?

Jika Boleh Memilih....


Anakku...Bila ibu boleh memilih apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmuMaka ibu akan memilih mengandungmuKarena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah Sembilan bulan nak...Engkau hidup di perut ibuEngkau ikut kemanapun ibu pergiEngkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaanEngkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata Anakku...Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmuMaka ibu memilih berjuang melahirkanmuKarena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmuAdalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surgaKarena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakanDan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berduaMalaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapunDan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia Saat itulah...Saat paling membahagiakanSegala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu Anakku...Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,Maka ibu memilih menyusuimu,Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan-tegukan yang sangat berhargaMerasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu,Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan Anakku...Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzleMaka ibu memilih bermain puzzle denganmu Tetapi anakku...Hidup memang pilihan...Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan meranaMaka maafkanlah nak...Maafkan ibu...Maafkan ibu... Percayalah nak...Ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang Percayalah nak...Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu Percayalah nak...Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu....
Kadept_PSDMDKM AL KAUTSAR

Evolusi


Lewat baris puisi
Ku coba renungi akan arti evolusi
Yang selama ini diperbincangkan para ahli biologi

Darwin mengetakan “evolusi merupakan hasil dari seleksi”
Lamrarck bilang “evolusi adalah hasil adaptasi”
Sedangkan menurut Botanicus, “evolusi disebabkan karena mutasi”
Lalu…apa arti EVOLUSI?

Banyak para ahli berperang saraf
Namun tak ada bukti yang menguatkan teorinya
Hingga Perry Reeves menyatakan bahwa Yang Maha Agunglah perencana dari alam semesta
Sungguh pendapat yang luar biasa!!! Yang mampu meluluhlantakkan semua teori yang ada.

Aneh..memang, teori yang kebenarannya belum diuji
Masih dipertahankan hingga saat ini
Bahkan sudah ditanamkan dalam pendidikan sejak dini
Sebenarnya ada apa dengan EVOLUSI???

Sepatah kata tentang Cinta


Kata cinta terlalu indah untuk ku ucapkan, karena aku hanya insan yang lemah tiada berdaya di hadapan cinta. Kadang ku tersadar akan arti cinta yang sesungguhnya. Namun cinta tak kan pernah hadir dalam kehidupanku. Karena yang kurasakan hanya kejenuhan dan kebosanan yang tak henti-henti. Dalam lamunan ku ingin menggapai satu cinta nan suci, tetapi ku sadar itu hanya khayalan di dunia maya tak terbatas. Di sepanjang malam ku coba untuk menemukan cinta itu, cinta yang sangat dinantikan oleh setiap insan. Namun hanya sebagian insan yang mendapat cinta itu. Entah…sudah berapa malam ku lalui tuk dapatkan cinta itu. Hingga pada suatu malam yang sunyi, tiba-tiba seberkas cahaya datang menghampiriku dan membelaiku lembut. Aku pun tersenyum dan berkata: “SELAMAT DATANG CINTA KU KAN SELALU MERENGKUHMU”

Aku sadar cinta tak kan pernah hadir dalam hatiku, namun aku berharap ini adalah yang terbaik untukku. Aku akan selalu menunggu kapan rasa itu datang menjemputku dan membawaku dalam kehidupan yang baru. Kehidupan dimana akan kuberikan sepenuh hati ini untuknya…..





23 Januari 2004

Ukhti....


Ukhti Rahimakumullah
Kita di dunia ini hanyalah sementara, kita diibaratkan seorang pengembara yang merasa asing dengan dunia ini. Saat ini kita sedang mencari bekal untuk ke alam yang sesungguhnya dan abadi yaitu alam akhirat. Dalam perjalanan ini kita telah memilih satu jalan, jalan dimana akan banyak rintangan dan aral yang menghadang. Jalan yang banyak membuat kita menangis mengingat salah dan khilaf yang telah kita perbuat. Jalan dimana para syuhada tlah menjemput syahidnya. Jalan itu adalah jalan dakwah.

Ukhti Rahimakumullah
Dalam dakwah kita jangan pernah menuntut apapun pada saudara kita, karena dalam dakwah hanya ada satu kata yaitu KEIKHLASAN. Ikhlas dengan apa yang kita lakukan tanpa menuntut ingin dimengerti dan dipahami.

Ukhti Rahimakumullah
Kerja dakwah tidak hanya dikerjakan seorang diri melainkan secara berjamaah. Dimana kita pasti akan bertemu dengan berbagai karakteristik yang berbeda dengan karakter kita, karena kita semua berasal dari latarbelakang yang berbeda. Kita harus menyadari bahwa kita dan saudara-saudara kita mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, kita harus bisa menghargai kelebihan saudara kita dan bisa menerima serta bersabar dengan kekurangannya.

Ukhti Rahimakumullah
Kita seperti bahan bangunan yang saling menguatkan. Jika diantara kita ada yang memiliki kelemahan, maka sudah selayaknyalah kita bisa menutupi kelemahan itu. Agar bangunan yang akan kita bangun menjadi bangunan yang kokoh, kuat dan siap menahan apapun yang menyerang kita.

Ukhti Rahimakumullah
Apapun permasalahan yang timbul saat ini belumlah seberapa dengan perjuangan dakwah yang dilakukan Rasulullah, para sahabat, para mujahid serta saudara-saudara kita di belahan dunia yang lain. Tidakkah pernah terlintas dalam pikiran kita perjuangan para pemuda Palestina dalam mempertahankan masjid Al-Aqsa? Para muslimah yang dilecehkan oleh tentara-tentara laknatullah? Tidakkah kita teringat jasad saudara-saudara kita yang tercabik-cabik dibom oleh para musuh Allah? Tidakkah pernah terpikir oleh kita, mereka hidup dalam ketakutan karena bom yang dilemparkan musuh Allah kapan saja bisa menjemput nyawa mereka? Mereka tidak pernah mengeluh sedikit pun tentang apa yang mereka rasakan. Karena mereka telah mengetahui akan hakikat keikhlasan dalam dakwah.

Ukhti Rahimakumullah
Sesungguhnya Allah telah mengadakan perniagaan yang mulia terhadap hambaNya yang beriman. Ia telah membeli harta dan diri kita dengan syurganya yang menawan. Ukhti…apakah syurganya Allah masih kurang bagi kita hingga kita masih ingin menutut yang lebih dari jalan dakwah ini?

Ukhti Rahimakumullah
Sesungguhnya Allah telah memilih kita untuk berada di jalan ini. Tak banyak orang yang bisa berjuang membela agamaNya di jalan dakwah ini. Akankah kita menyia-nyiakan kesempatan ini? Ingatlah ukhti kesempatan ini tidak pernah datang dua kali kepada kita, lalu apa yang membuat kita ragu berjuang di jalan ini?

Ukhti Rahimakumullah
Marilah kita bermuhasabah dan berinteropeksi diri mengenai apa tujuan Allah menciptakan kita di dunia ini. Jangan menyalahkan salah satu pihak atas apa yang telah terjadi karena itu akan membuat ukhuwah di antara kita menjadi renggang. Ukhti tetaplah bersemangat, mengasah diri dan menjaga hati, siapkan bekal apa yang akan kita kita bawa untuk menemui Rabb kita. Perjalanan ini masih panjang maka tetaplah membakar semangat dalam diri kita dan saudara-saudara kita agar kita tidak lemah di tengah perjalanan ini. Bersemangat dan pekikkanlah takbir, ALLAHU AKBAR!!!

Cinta


Cinta….
Apa arti dari Cinta???
Mengapa ada orang yang bahagia karena cinta???
Tapi mengapa ada orang yang merana karenanya???

Cinta…
Apa wujud dari cinta???
Mengapa ada yang tertawa karena cinta???
Tapi ada juga yang menagis karenanya…

Cinta…
Begitu pentingkah Cinta???
Mengapa ada orang yang mengejar-ngejar cinta???
Tapi mengapa ada juga yang tak peduli dengannya???

Cinta…
Apa rasa Cinta???
Bahagiakah???
Atau…hanya sebentuk rasa tak peduli???

Cinta…
Haruskah kita hidup dengan cinta???
Apa cinta akan membuat hidup kita menjadi berwarna???
Atau….hanya membuat hidup kita sengsara???

Oh….mengapa harus ada cinta???
Mengapa harus ada senang di baliknya???
Dan mengapa harus derita karenanya????

Senin, 07 Juli 2008

Ada Apa Dibalik Pernikahan ?


Nikah. Untuk satu kata ini, banyak pandangan sekaligus komentar yang berkaitan dengannya. Bahkan sehari-hari pun, sedikit atau banyak, tentu pembicaraan kita akan bersinggungan dengan hal yang satu ini. Tak terlalu banyak beda, apakah di majelisnya para lelaki, pun di majelisnya wanita. Sedikit diantara komentar yang bisa kita dengar dari suara-suara di sekitar, diantaranya ada yang agak sinis, yang lain merasa keberatan, menyepelekan, atau cuek-cuek saja.

Mereka yang menyepelekan nikah, bilang "Apa tidak ada alternatif yang lain selain nikah ?", atau "Apa untungnya nikah?".

Bagi yang merasa berat pun berkomentar "Kalau sudah nikah, kita akan terikat alias tidak bebas", semakna dengan itu "Nikah ! Jelasnya bikin repot, apalagi kalau sudah punya anak".

Yang lumayan banyak 'penggemarnya' adalah yang mengatakan "Saya pingin meniti karier terlebih dahulu, nikah bagi saya itu gampang kok".

Terakhir, para orang tua pun turut memberi nasihat untuk anak-anaknya "Kamu nggak usah buru-buru menikah, cari duit dulu yang banyak".

Ironisnya bersamaan dengan banyak orang yang 'enggan' nikah, ternyata angka perzinaan atau 'kecelakaan" semakin meninggi ! Itu beberapa pandangan orang tentang pernikahan. Tentu saja tidak semua orang berpandangan seperti itu. Sebagai seorang muslim tentu kita akan berupaya menimbang segalanya sesuai dengan kaca mata islam. Apa yang dikatakan baik oleh syariat kita, pastinya baik bagi kita. Sebaliknya, bila islam bilang sesuatu itu jelek pasti jelek bagi kita. Karena pembuat syariat, yaitu Allah adalah yang menciptakan kita, yang tentu saja lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita.

Persoalan yang mungkin muncul di tengah masyarakat kita sehingga timbul berbagai komentar seperti di atas, tak lepas dari kesalahpahaman atau ketidaktahuan seseorang tentang tujuan nikah itu sendiri.

Nikah di dalam pandangan islam, memiliki kedudukan yang begitu agung. Ia bahkan merupakan sunnah (ajaran) para nabi dan rasul, seperti firman Allah :

"dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan" (QS Ar-ra'd : 38)

Sedikit memberikan gambaran kepada kita, nikah di dalam ajaran islam memiliki beberapa tujuan yang mulia, diantaranya :

  • Nikah dimaksudkan untuk menjaga keturunan, mempertahankan kelangsungan generasi manusia. Tak hanya untuk memperbanyak generasi saja, namun tujuan dari adanya kelangsungan generasi tersebut adalah tetap tegaknya generasi yang akan membela syariat Allah, meninggikan dienul islam , memakmurkan alam dan memperbaiki bumi.
  • Memelihara kehormatan diri, menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan, sekaligus menjaga kesucian diri.
  • Mewujudkan maksud pernikahan yang lain, seperti menciptakann ketenangan, ketenteraman. Kita bisa menyaksikan begitu harmoninya perpaduan antara kekuatan laki-laki dan kelembutan seorang wanita yang diikat dengan tali pernikahan, sungguh merupakan perpaduan yang begitu sempurna.

    Pernikahan pun menjadi sebab kayanya seseorang, dan terangkatnya kemiskinannya. Nikah juga mengangkat wanita dan pria dari cengkeraman fitnah kepada kehidupan yang hakiki dan suci (terjaga). Diperoleh pula kesempurnaan pemenuhan kebutuhan biologis dengan jalan yang disyariatkan oleh Allah. Sebuah pernikahan, mewujudkan kesempurnaan kedua belah pihak dengan kekhususannya. Tumbuh dari sebuah pernikahan adanya sebuah ikatan yang dibangun di atas perasaan cinta dan kasih sayang.

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (QS Ar Ruum : 21)

Itulah beberapa tujuan mulia yang dikehendaki oleh Islam. Tentu saja tak keluar dari tujuan utama kehidupan yaitu beribadah kepada Allah.

Ketabahan Iman Zunairah Terhadap Allah


Satu diantara hamba muslim adalah Zunairah, hamba Abu Jahal. Karena keyakinannya itulah dia diinterogasi Abu Jahal. "Benarkah kamu telah menganut agama Islam?" tanya Abu Jahal. "Benar. Aku percaya pada seruan Muhammad, kerana itu aku mengikutinya." Jawab Zunairah. Untuk menggoyahkan keyakinan hambanya, Abu Jahal bertanya kepada kawan-kawannya. "Hai kawan-kawan, apakah kalian juga mengikuti seruan Muhammad?" "Tidaaak," jawab mereka serempak. "Nah, sekira apa yang dibawa Muhammad itu baik, tentu mereka akan lebih dulu mengikutinya" kata Abu Jahal melecehkan hambanya.

Maka dipukullah Zunairah itu secara keji hingga matanya luka parah dan akhirnya menjadi buta. Melihat mata hambanya menjadi buta, Abu Jahal membujuknya. "Matamu menjadi buta itu akibat kau masuk Islam. Coba kau tinggalkan agama Muhammad itu, matamu akan sembuh kembali," katanya.

Betapa sakit hati Zunairah mendengar olok-olokan itu. "Kalian semua adalah pembohong, tak bermoral. Lata dan Uzza yang kalian sembah itu tak akan bisa berbuat apa-apa. Apalagi memberi manfaat dan mudarat," katanya.

Mendengar itu, Abu Jahal semakin naik pitam. Maka dipukullah hamba itu sekeras-kerasnya dan berkata, "Wahai Zunairah. Ingatlah kepada Lata dan Uzza. Itu berhala sembahan kita sejak nenek moyang kita. Tak takutkah jika mereka nanti murka kepadamu? Tinggalkan segera agama Muhammad yang melecehkan kita." Kata Abu Jahal.

"Wahai Abu Jahal. Sebenarnya Latta dan Uzza itu buta. Lebih buta daripada mataku yang buta akibat siksaanmu ini. Meski mataku buta, Allah tak akan sulit mengembalikannya menjadi terang, tidak seperti tuhanmu Latta dan Uzza itu" kata Zunairah.

Berkat kekuasaan Allah. Esoknya mata Zunairah yang buta akibat siksaan Abu Jahal itu kembali sembuh sperti sedia kala. Abu Jahal yang menyaksikannya menjadi sangat heran. Namun dasar orang tak beriman, dia malah berkata "Ini pasti kerana sihir Muhammad" katanya sambil kembali menyiksa hambanya. Untunglah datang Abu Bakar yang lalu memerdekakan Zunairah setelah memberi tebusan kepada Abu Jahal.

Adakah diantara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?


Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi'i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111,
yang artinya sebagai berikut :


"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka". Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:"Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?" "Ya, benar, anak muda" kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:"Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga."


Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.


Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:"Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . ." Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu.
Ia menjawab: "Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: "Pergilah kepada Ainul Mardiyah." Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: "Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . ."


"Assalamu'alaikum" kataku bersalam kepada mereka. "Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?" Mereka menjawab salamku dan berkata: "Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu" Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.


Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: "Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . ..."


Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: "Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu." Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: "Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama".


Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).

Penduduk Surga


Di dalam kitab Al-Multaqith diceritakan, bahwa sebagian bangsa Alawiyah ada yang bermukim di daerah Balkha. Ada sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami isteri dengan beberapa anak wanita mereka. Keadaan keluarga tersebut serba kekurangan.

Ketika suaminya meninggal dunia, isteri beserta anak-anak wanitanya meninggalkan kampung halamannya pergi ke Samarkand untuk menghindari ejekan orang di sekitarnya. Kejadian tersebut terjadi pada musim dingin. Saat mereka telah memasuki kota, si ibu mengajak anak-anaknya singgah di masjid, sementara dirinya pergi untuk mencari sesuap nasi.

Di tengah perjalanan si ibu bertemu dengan dua kelompok orang, yang satu dipimpin oleh seorang Muslim yang merupakan tokoh di kampung itu sendiri, sedang kelompok satunya lagi dipimpin oleh seorang Majusi, pemimpin kampung itu.

Si ibu tersebut lalu menghampiri tokoh tersebut dan menjelaskan mengenai dirinya serta berkata, "Aku mohon agar tuan berkenan memberiku makanan untuk keperluan malam ini!"

"Tunjukkan bukti-bukti bahawa dirimu benar-benar bangsa Alawiyah," kata tokoh orang Muslim di kampung itu. "Di kampung tidak ada orang yang mengenaliku," kata ibu tersebut.

Sang tokoh itu pun akhirnya tidak menghiraukannya. Seterusnya dia hendak memohon kepada si Majusi, pemimpin kampung tersebut. Setelah menjelaskan tentang dirinya dengan tokoh kampung, lelaki Majusi lalu memerintahkan kepada salah seorang anggota keluarganya untuk datang ke masjid bersama si ibu itu, akhirnya dibawalah seluruh keluarga janda tersebut untuk tinggal di rumah Majusi yang memberinya pula pelbagai perhiasan yang bagus.

Tidak berapa lama sesudah itu tokoh masyarakat yang beragama Islam itu bermimpi seakan-akan hari Kiamat telah tiba dan panji kebenaran berada di atas kepala Rasulullah SAW. Dia pun sempat menyaksikan sebuah istana tersusun dari zamrud berwarna hijau. Kepada Rasulullah SAW. dia lalu bertanya, "Wahai Rasululah! Milik siapa istana ini?"

"Milik seorang Muslim yang mengesakan Allah," jawab Rasulullah. "Wahai Rasulullah, aku pun seorang Muslim," jawabnya.

"Coba tunjukkan kepadaku bahawa dirimu benar-benar seorang Muslim yang mengesakan Allah," sabda Rasulullah SAW. kepadanya.

Dia pun bingung atas pertanyaan Rasulullah, dan kepadanya Rasulullah SAW. kemudian bersabda lagi, "Di saat wanita Alawiyah datang kepadamu, bukankah kamu berkata kepadanya, "Tunjukkan mengenai dirimu kepadaku!" Karenanya, demikian juga yang harus kamu lakukan, yaitu tunjukkan dahulu mengenai bukti diri kamu sebagai seorang Muslim kepadaku!"

Sesaat kemudian lelaki muslim itu terjaga dari tidurnya dan air matanya pun jatuh berderai, lalu dia memukuli mukanya sendiri. Dia
berkeliling kota untuk mencari wanita Alawiyah yang pernah memohon pertolongan kepadanya, hingga dia mengetahui di mana kini wanita
tersebut berada.

Lelaki Muslim itu segera berangkat ke rumah orang Majusi yang telah menampung wanita Alawiyah beserta anak-anaknya. "Di mana wanita Alawiyah itu?' tanya lelaki Muslim kepada orang Majusi."Ada padaku," jawab si Majusi. "Aku ingin menemuinya," ujar lelaki Muslim itu. "Tidak semudah itu," jawab lelaki Majusi. "Ambillah uang seribu dinar dariku dan kemudian mereka akan menemuimu," desak lelaki Muslim. "Aku tidak akan melepaskannya. Mereka telah tinggal di rumahku dan dari mereka aku telah mendapatkan berkatnya," jawab lelaki Majusi itu. "Tidak boleh, engkau harus menyerahkannya," ujar lelaki Muslim itu seolah-olah memaksa.

Maka, lelaki Majusi pun menegaskan kepada tokoh Muslim itu, "Akulah yang berhak menentukan apa yang kamu minta. Dan istana yang pernah kamu lihat dalam mimpi itu adalah diciptakan untukku! Apakah kamu mau menunjukkan keislamanmu kepadaku? Demi Allah, aku dan seluruh keluargaku tidak akan tidur sebelum kami memeluk agama Islam di hadapan wanita Alawiyah itu, dan aku pun telah bermimpi sepertimana yang kamu mimpikan, serta Rasulullah SAW. sendiri telah pula bersabda kepadaku, "Adakah wanita Alawiyah beserta anaknya itu padamu?"

"Ya, benar," jawabku.

"Istana itu adalah milikmu dan seluruh keluargamu. Kamu dan semua keluargamu termasuk penduduk syurga, karena Allah sejak zaman azali dahulu telah menciptakanmu sebagai orang Mukmin," sabda Rasulullah kembali.

Janji Bertemu di Surga


Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata: "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku'. Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu:

''Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. (Yunus: 15).

Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.'

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata: "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan perasaan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya, dia menangis dan mendo'akannya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya: "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"

Dia menjawab: "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan".

Pemuda itu bertanya: "Jika demikian, kemanakah kau menuju?"

Dia jawab: "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."

Pemuda itu berkata: "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab: "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Subha-nahu wa Ta'ala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."

Si Pemuda bertanya: "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

Pria Memang Susah...

Pria memang susah untuk di buat bahagia
Masalah-masalah yang timbul pada pria
Jika kamu memberlakukannya dengan baik,
Dia pikir kamu jatuh cinta kepadanya.
Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.

Jika kamu berpakaian bagus,
Dia pikir kamu sedang mencoba untuk menggodanya.
Jika tidak dia bilang kamu kampungan.


Jika kamu berdebat dengannya,
Dia bilang kamu keras kepala.
Jika kamu tetap diam,
Dia bilang kamu nggak punya otak.

Jika kamu lebih pintar daripada dia,
Dia akan kehilangan muka.
Jika dia yang lebih pintar,
Dia hebat

Jika kamu tidak cinta padanya,
dia akan mencoba mendapatkanmu.
Jika kamu mencintainya,
dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.

Jika kamu beritahu dia masalahmu,
dia bilang kamu menyusahkan.
Jika tidak,
dia bilang kamu tidak mempercayai mereka.

Jika kamu cerewet pada dia,
kamu seperti seorang pengasuh baginya.
Tapi jika dia yang cerewet pada kamu,
itu karena dia perhatian.

Jika kamu langgar janji kamu,
kamu tidak bisa dipercaya.
Jika dia yang ingkar janjinya,
dia melakukannya karena terpaksa.

Jika kamu merokok,
kamu adalah cewek liar.
Kalau dia merokok,
dia adalah seorang gentleman.

Jika kamu menyakitinya,
Kamu sangat kejam.
tapi kalau dia yang menyakitimu,
itu karena kamu terlalu sensitif dan
terlalu sulit untuk dibuat bahagia!!!!

Jika kamu mengirimkan ini pada cowok-cowok,
mereka pasti bersumpah kalau itu tidak benar.

Wah wah kayaknya menyudutkan banget yaa buat pria, pertama kali saya baca tulisan ini sempet ketawa juga, tapi kayaknya emang yang merasa pria harus merenungkan nih, bener enggak sih, kayaknya ada satu bait yang salah yaa, yaitu bait terakhir, he he

Wanita Sempurna


Ini kisah perjumpaan dua orang sahabat yang sudah puluhan tahun terpisahkan hidupnya. Mereka kangen-kangenan, ngobrol ramai sambil minum kopi disebuah kafe. Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal-soal nostalgia zaman sekolah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini.

'Ngomong-ngomong, mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?' ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang membujang. 'Sejujurnya sampai saat ini saya terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya saya masih melajang. Dulu di Bandung, saya berjumpa dengan seorang gadis cantik yang amat pintar. Saya pikir ini adalah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku. Namun ternyata di masa pacaran ketahuan bahwa ia sangat sombong. Hubungan kami putus sampai di situ.

'Di Jakarta, saya ketemu seorang wanita rupawan yang ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama, aku kasmaran. Hatiku berdesir kencang, inilah wanita idealku. Namun ternyata belakangan saya ketahui, ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab.

'Saya terus berupaya mencari. Namun selalu saya temukan kelemahan dan kekurangan pada wanita yang saya taksir. Sampai pada suatu hari, saya bersua wanita ideal yang selama ini saya dambakan. Ia demikian cantik, pintar,baik hati, dermawan, dan suka humor. Saya pikir, inilah pendamping hidup yang dikirim Tuhan.'

'Lantas,' sergah temannya yang dari tadi tekun mendengarkan, 'Apa yang terjadi? Mengapa kau tidak segera meminangnya?'

Yang ditanya diam sejenak. Suasana hening. Akhirnya dengan suara lirih, sang bujangan menjawab, 'Baru belakangan aku ketahui bahwa ia juga sedang mencari pria yang sempurna.'

Sabtu, 07 Juni 2008

Cinta Untuk Sahabat

Suasana perpustakaan UNJ begitu lengang, hanya ada beberapa orang yang sedang asyik menekuni bacaannya. Lala memandangi ruang perpustakaan dengan seksama hingga ia memutuskan untuk duduk di pojok ruangan yang tepat menghadap halaman universitas. Jemari lentiknya mulai bergerak mencatat isi buku yang ia baca. Sesaat ia menengok jam yang melingkar di pergelangan tangannya, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 11.25.
“Kok, Rima belum datang juga ya!” ujar hatinya cemas. Untuk menenangkan hatinya, ia pun mengalihkan pandangannya ke luar jendela, mengamati rintik-rintik hujan yang mulai turun. Pikiran Lala pun melayang pada peristiwa tiga tahun silam, tepatnya saat ia masih berada di kelas 2 SMU.
“La, ada yang mau aku omongin sama kamu…” ujar Raga yang telah duduk di hadapannya.
“Mau ngomong apa sih Ga?” kok serius banget sih!” Tanya Lala sambil merapikan buku pelajaran yang masih tergeletak di atas meja.
Perlahan Raga memegang jemari Lala yang mungil. “La, aku mau kamu menjadi seseorang yang paling berharga dalam hidup aku” ujar Raga sambil menatap Lala tajam.
Lala pun menarik tangannya dan menunduk malu. Jantungnya berdegup sangat kencang. Wajah putihnya kini merona kemerahan, “Tapi….apa aku layak untuk kamu Ga?” jawab Lala dengam sedikit ragu.
“Aku yakin La, kamu adalah yang terbaik untuk aku” Rga meyakinkan. Lala terdiam, bibirnya seolah kelu untuk berucap….
“Hei ngelamun aja!!!” seru Rima yang membuyarkan lamunan Lala.
“Lho kok baru datang, udah telat 1 jam nih!!!” protes Lala sambil memonyongkan bibir mungilnnya.
“Sorry…sorry…tadi ada kuliah umum jadinya agak lama dikit” jelas Rima dengan wajah memelas.
Lala pun tersenyum sebagai tanda ia memaafkannya.
“La, Raga tahu kalo kamu mau ke sini?” Tanya Rima.
Lala menggeleng, “Aku sengaja kok gak ngasih tau dia takut ganggu kuliahnya. Emangnya kenapa?”
“Oh…ga…ga…ga kenapa-napa kok!” jawab Rima dengan senyum terkembang.
Allahu akbar…Allahu akbar…suara adzan memecah kebiasuan di antara mereka. Tanpa perlu dikomando lagi mereka bergegas menuju masjid untuk melaksanakan shalat dzuhur.
Setelah selesai shalat dzuhur, Rima menata kembali tasnya yang dipenuhi oleh diktat kuliahnya.
“La, boleh gak aku cerita sama kamu?” tanya Rima ragu.
“Ya boleh lah, emangnya mau cerita apa sih non!” sahut Lala sambil mencybit hidung mancung Rima.
“Tapi kamu gak marah kan La?” lanjut Rima.
Lala pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“la, a…a…a..ku…su…ka sama….Raga” ucapnya terputus-putus.
Lala bagaikan tersambar petir di siang bolong. Ternyata sahabatnya sendiri menyukai orang yang ia cintai.
“La…Lala…halo…” ujar Rima sambil mengerak-gerakkan tangannya di depan mata Lala. “Kenapa La, kamu marah ya?” tanyanya.
“Marah? Eng…enggak kok! Aku gak marah” jawab Lala sambil memaksa bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman. Ingin rasanya Lala berlari dan melepas kesedihannya. “Rim, kita pulang yuk! Udah siang nih!” Lala mengalihkan pembicaraan.
“Ok, tapi kita pamit sama Raga dulu ya!” pinta Rima sambil menarik tangan Lala. “Hai Raga, lagi ngapain? Kita pulang duluan ya!” ujar Rima.
“Rima…tunggu! Aku pinjam Lala dulu ya! Ada yang mau aku omongin sama dia” ijin Raga. “La, kamu kok ga bilang sih kalo kamu mau main ke kampus? Emangnya kamu gak kuliah?” tanya Raga.
“aku Cuma gak mau ganggu kuliah kamu aja kok Ga! Kebetulan hari ini di kampusku ada acara jadinya aku main ke sini” jawab Lala singkat. Kesenyapan kembali mengisi jarak anatar lala dan Raga. “Ga, aku boleh minta sesuatu ga? Tapi kamu janji ya mau melakukannya” ujar Lala ragu.
“Kalo aku bisa pasti aku lakuin demi kamu la!”
“Ga, aku mau …kamu menjaga Rima untuk aku” ucap Lala dengan suara tertekan menahan tangisnya.
“Apa? Maksud kamu apa La? Kok kamu ngomongnya ngaco gitu sih!” tanya Raga.
Lala tertunduk. Tangisnya pecah. Raga menghampiri Lala dan menghapus airmatanya. “Ga, kamu mau kan?” lala menekankan.
“Tapi…aku udah milih kamu La, kamu ingetkan dulu aku udah bilang ke kamu tentang perasaanku” protes Raga.
“Aku mohon Ga, demi aku” pinta Lala disela isak tangisnya.
Tak tega melihat Lala, Raga pun mengiyakan permintaan Lala. Sakit, pedih, perih kini menggelayut di hati Raga. Dengan hati tersayat, Raga mengantar Lala dan Rima pulang.
* * *
Sejak saat itu Lala memutuskan untuk tinggal bersama kakeknya di depok. Semua ini ia lakukan agar ia tidak terlalu banyak menyakiti perasaan Raga dan Rima. Kini semua waktu luang, Lala isi dengan berbagai kegiatan social dan keagamaan yang ia rintis dengan beberapa pemuda Islam di lingkungan rumahnya.
“La, besok kamu yang datang menghadiri seminar Membentuk Keluarga yang SAMARA ya!” pinta mba Reni.
“Seminar keluarga SAMARA mba? Apaan tuh mba? Masa aku sih mba?” tolak Lala.
“Keluarga SAMARA itu sakinah, mawadah dan warahmah. Kalo bukan kamu siapa lagi? Kamu tega ngeliat mba datang ke sana dengan perut gendut begini? Ya siapa tahu melalui seminar itu kamu bisa menemukan soulmate kamu.” tanya mba Reni.
“Ah mba apa sih? Iya deh besok aku yang datang, jam sembilan di walikota kan mba?”
“Iya jangan telat ya! Nanti malah jadi pusat perhatian lho!” ledek mba Reni.
* * *
Tiga bulan kemudian
“La, gimana persiapan buat acara festival seni Islam besok? Dah siap semua?” tanya mba Reni
“Alhamdulillah, udah siap semua mba, tapi…untuk Penceramah kita belum ada kepastian nih mba.” Jawab Lala
Kring…kring…kring…
“Assalamu’alaikum, Yayasan Peduli Umat. Tunggu sebentar ya!” ujar mba mba Leni. “La, ada telpon nih dari Raga, katanya penting.” Lanjutnya lagi
Raga? Kok dia tahu no yayasan ini ya? Tanya hati Lala.
“Asslamu’alaikum, La, Rima kecelakaan sekarang ada di rumah sakit PMI, kalo bisa kamu ke sini sekarang.” Ucap Raga terburu-buru.
“Iya, Ga sekarang aku ke sana” jawab Lala. Lala pun segera merapikan tasnya dan berpamitan dengan mba Reni.
Sesampainya di rumah sakit, Lala mendapati Rima sudah terkulai lemah dengan infus menghias peergelangan tangannya yang mungil.
“Ga, kok bisa begini sih!” tanya Lala dengan berurai airmata.
“Aku dah ceritain semua La. Dia yang maksa aku buat nyeritain semuanya, karena dia bingung setelah kamu pergi tanpa kasih kabar ke dia.” Jawab Raga. Airmata mulai menggenangi pelupuk mata Raga. “Dia ngerti kok, tapi…pas aku mau nyebrang tiba-tiba ada sebuah mobil melaju kencang ke arahku lalu Rima mendorong tubuhku dan….” Kata-kata Raga terputus karena tak bisa menahan tangisnya.
Lala mengeluarkan tisu dan memberikannya kepada Raga. “Ga, sabar ya! InsyaAllah Rima akan baik-baik aja kok!” hibur Lala. “Sekarang kamu temenin Rima dulu ya! Aku mau keluar sebentar.” Lanjut Lala.
“La, Rima udah sadar.” Panggil Raga.
Lala pun duduk di sebelah Rima dan menggenggam jemarinya yang lentik sedangkan Raga berdiri di samping Lala. “La…lala…maafin aku ya! Gara-gara aku kamu pergi ninggalin Raga..” ucap Rima dengan suara lemah.
Lala tersenyum, “Ga, kok Rim aku ga papa…” jawab Lala sambil menoleh ke arah pintu karena terdengar suara pintu terbuka. “Kamu sekarang harus cepat sembuh dan ga usah mikirin hal itu lagi, karena kini aku sudah memiliki pengganti Raga” lanjut Lala sambil menunjuk seorang lelaki yang baru saja masuk ke ruangan itu.
“Maksud kamu…” ucapan Rima terputus.
“Iya…Rim, dia suami aku, mas Abi namanya kami menikah dua bulan yang lalu. Maaf ya kalo kami ga ngundang kamu dan Raga” Jelas Lala.
“ Jadi kapan kalian menyusul kami? Lala sudah banyak cerita tentang kalian lho!” ledek mas Abi.
“Iya mas mungkin nanti setelah Rima sembuh, itupun kalo Rima mau mas sama saya” ujar Raga sambil tersenyum.
Rona pipi Rima menjadi merah. Semua pun tertawa melihat Rima dan Raga yang salah tingkah. Setelah dua minggu menjalani perawatan di rumah sakit, Rima pun keluar dari rumah sakit. Tepat sepuluh hari berikutnya mereka mengikararkan cinta mereka dengan nama Rabb dan membina sebuah keluarga sakinah.

Pernik Virus Warna Pink


Virus warna pink? Apaan tuh? Emangnya ada? He…he…jangan penasaran gitu dong! Virus ini hadir seperti jalangkung. Lho seperti jalangkung? Kenapa? Karena datang ga diundang dan pergi ga dianter. Hi….serem juga ya! Sepintas emang serem tapi kalo serem kenapa ada orang yang terlena dengan si warna pink ini ya! Jadi kita harus berhati-hati and warning terhadap si pink ini. Karena ga ada yang bisa menjamin hati kita tidak punya sama sekali simpati pada orang lain, iya kan? Ya gini-gini juga kitakan manusia yang dibekali perasaan sama Allah. Ga mungkin kan kita ga punya rasa simpati pada orang! (Klo emang ga punya wah…ada yang salah tuh sama hati kita?)
Si pink ini berawal dari mata turun ke hati, atau pepatah jawa yang berbunyi witing tresno jalaran suku kulino. Kok bisa? Apa hubungannya mata sama hati? Trus apa hubungannya sering ketemu bisa menimbulkan seneng neng hati? Yups…pasti ada hubungannya, coba kalo kita lagi sedih pasti mata kita langsung merespon dengan mengeluarkan airmata or kalo kita melihat sesuatu yang indah pasti hati kita berdecak kagum karena keindahannya. Wah…apalagi yang satu ini ya, seringnya intensitas bertemu berarti semakin bertambah pula peluang si mata ini mencuri-curi pandang. So, hati-hati karena tanpa sadar mata dan hati selalu menipu daya kita.
Trus gimana dong? Biar si pinky tea teh teu ngaganggu aktivitas anjeun? Ulah bingung kitu atuh, tenang wae…insyaAllah selama kita tetap menjaga kedekatan kita sama Allah insyaAllah Ia pun akan selalu menjaga hati kita agar selalu bersih dari si pinky. Sibukkan diri kita dengan aktivitas yang menambah kedekatan kita dengan Sang Rabbul Izzati, sering berkumpul dengan orang-orang yang soleh and solehah, saling mengingatkan sesama saudara dan ingat kita harus memberikan yang terbaik lho buat pasangan hidup kita nanti. Emangnya kita mau menjadi permaisuri atau raja di hati pasangan kita sebagai orang yang kedua, ketiga atau selanjutnya. Jadi, klo kita mo ngedapetin yang terbaik kita pun kudu, mesti harus menjadi yang terbaik juga, ya kan?
Well, sekarang kita harus bisa menjaga dan terus menjaga hati ini agar si pink tidak mewarnai hati kita (kecuali sesudah ijab Kabul terucap ya! He…he…). Ya klo dah ijab kabul mah ga masalah si pink mo mewarnai hati kita wong sudah halal, tapi….jangan sampe si pink ini lebih besar kadarnya daripada cinta kita pada Allah, Rasulullah dan Islam tentunya….

KENAPA IKHWAN ‘ENGGAN MENIKAH’?


Mereka menanti dengan gundah. Mempertebal keimanan. Memperbaiki diri. Bahkan mengajukan “proposal kesiapan” pada sang murobbi. Namun, apa mau dikata, jodoh dinanti tak jua datang.
Para akhwat ini lantas mulai membisikkan kesah di antara sesama, apakah ada faktor lain yang luput dari perhatian? Sebab jumlah ikhwan bujangan nyatanya toh cukup banyak tercantum di dalam “daftar pergaulan”. Tapi mengapa mereka nampak seolah-olah semakin enggan menyegerakan pernikahan?
Merunut pada satu atau dua decade lalu, pernikahan di anatar ikhwan dan akhwat tampak begitu mudah terwujud. Sebentuk kemauan seolah cukup dirangkai menjadi tekad bulat. Lewart sang murobbi atau perantaraan teman sendiri, satu demi satu pasangan muda mantap mengarungi bahtera rumah tangga.
Menikah adalah sebuah ibadah, penguatan dakwah dan sunnah Rasulullah, So untuk apa menunda-nundanya?
Namun kini, dunia telah berubah. Jumlah lajang ikhwan dan akhwat ditenggarai semakin banyak namun herannya soal pernikahan tak lantas menjadi semakin marak. Bila diingat bahwa sebagian besar akhwat masih menjadi pihak yang menanti datangnya jodoh dan dibatasi “jam biologis” yang cukup ketat mengikat, pertanyaan pun akhirnya disapaikan kepada para ikhwan yang ditenggarai semakin betah berlama-lama melajanga. Mengapa akhi?
Menurut Ustadz Amang Syarifudin ternyata faktor kemtangan tarbiyah bisa mempengaruhi ikhwan kematangan kepribadian. Kematangan tarbiyah ini didapat melalui tarbiyah dzatiyah (proses pembelajaran secara individual) ataupun lewat mekanisme tarbiyah di masyarakat semacam majelis taklim atau aneka pengajian, yang ternyata mampu mengasah pribadi-pribadi muslim untuk memiliki pemahaman yang mendalam dan keyakinan yang mengakar soal pernikahan.
Menikah adalah sebuah ibadah, sunnah Rasul, jalan untuk memelihara kesucian diri, mengasah tanggung jawab dan akan mematangkan proses pendewasaan dirinya benar-benar dipahami dan diyakini dengankuat, sehingga bimbingan Allah ,liddiniha benar-benar dijadikan ukuran utama untuk menyegerakan pernikahan.
Sejalan dengan penuturan Ustadz Amang Syarifudin, Indra Sakti seorang psikolog menyatakan bahwa kondisi lingkungan juga yang mempengaruhi perubahan pola pikir dan perilaku banyak orang soal menikah. Perubahan pemikiran ini kemungkinan dipengaruhi oleh dinamika social budaya masyarakat termasuk industrialisasi. Dulu pada tahuan 70an belum menikah di usia 20 tahun sudah tergolong terlambat, tetapi kini melajang di atas 30 tahun pun terhitung masih biasa-biasa saja. Dalam hidup manusia tetap memiliki tugas perkembangan kemanusiaan yang tak berubah, yaiut fase-fase perkembangan diri yang setiap tahapnya memiliki aktivitas utama yang harus dijalalani dan amat berguna untuk proses penapakan hidup selanjutnya. Bila ada satu tugas terlewat, tentu dia akan kesulitan menapaki proses selanjutnya.
Memang sih, usia menikah tidak bisa diukur sama rata, tergantung kematangan dan kesiapan diri. Batas awal usia menikah yang dianggap umum pada tiap kultur masyarakat pun berbeda. Ada yang dimulai pada usia belasan tahun, ada yang dua pulu tahunan. Sakti menjelaskan, batas akhirnya cenderung sama, yaitu pada akhir 30an, karena bila dilihat dari tugas perkembangan manusia, usia menjelang 40 tahun ini seseorang sudah mulai memasuki fase menemukan hakikat hidup, pemaknaan akan tujuan hidup, arah hidup dan sejenisnya.
Kalau begitu, bagaimana bila sesosok ikhwan meski sudah memasuki usia umum menikah masih betah menjomlbo karena punya alas an khusus berkaitan dengan syarat atau pilihan yang belum pas, belum ketemu calon yang cocok? “punya syarat dan pilihan sah-sah saja, seperti misalnya ingin calon istri yang berprofesi sebagai dokter. Boleh-boleh aja kok!” ujar Ustadz Amang. “tetapi akhwat yang berprofesi dokter kan tidak banyak, dari yang ada pun pasti punya pilihan juga. Jadi jangan sampai menikah terhambat gara-gara ingin mendapat calon berprofesi dokter” jelasnya.
Sedikit berbeda, Sakti menyebutkan bahwa soal ketidaksiapan ekonomi umumnya hanya sekedar menjadi “kambing hitam”. “Saya mendapati kenggana atau betahnya sang ikhwan menjomblo sebenarnya lebih dikarenakan keengganannya untuk bertanggung jawab” ungkapnya.
Berdasarkan pengalamannya sebagai psikolog, keengganan menikah pihak lelaki dalam menikah umunya terdiri dari tiga alas an besar; pertama karena dia tidak betul-betul meyakini yipe mana yang cocok buat dia sehingga selalu saja melihat calon yang ditawarkan todak cocok. Kedua, keraguan untuk bertanggung jawab terhadap orang lain. Dan ketiga, ketiadaan kemandirian sosial. Maka demi menghindarkan dii dari alas an-alasan ang sesungguhnya berpangkal pada persoalan kepribadian sendiri, mulai sekarang asahlah diri agar semakin matang dan tidak ragu-ragu lagi untuk menikah. Wallahu’alam. Ayo akhi….ingat banyak para akhwat yang menanti kehadiranmu untuk mengarungi jalan dakwah ini bersama-sama. Dan sekarang sejebak kita renungi surat An-Nuur ayat 32 iini semoga dapat menguatkan hati kita untuk menyegerakan pernikahan.

7 PELENGKAP PROPERTI KEPRIBADIAN

Ada tujuh langkah pelengkap kepribadian yang perlu dimiliki atau diasah dalam hidup.
Pertama, seseorang perlu memiliki kepastian tipe pasangan yang dia kehendaki. Darimana tahunya? Tentunya dari masa perkembangan sebelumnya, yaitu pengalaman hidupnya di masa remaja atau kanak-kanak. Tetapi langkah ini bukan didapat melalui pacaran lho! Karena biasanya cara pandanga kita menjadi tidak objektif lagi.
Kedua, dia mesti and kudu paham bahwa di dunia ini semua manusia, setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. So, jangan mencari pasangan hidup yang sempurna he…..he….karena ga ada yang sempurna di dunia ini. Ingatlah akhi/ukhti kekeurangan seseorang bisa jadi itu kelebihan dan ladag amal buat dia lho! He…he…ngutip tulisan temen nih!
Ketiga, memiliki kemampuan mengambil keputusan sehingga tak selalu berada dalam keruguan dan bergantung pada keputusan orang lain.
Keempat, kemampuan bertanggung jawab. Bila sudah mampu membuat keputusan, maka yang perlu dimiliki dan diasah selanjutnya adalah kemampuan bertanggung jawab pada diri sendiri dan bahkan juga bertanggung jawab terhadap orang lain.
Kelima, kemandirian ekonomi. Kemandirian ini bukan diukur dalam bentuk harta , tabungan dan sejenisnya, tetapi diukur dalam ukuran psikologis dimana seseorang yang mandiri secara ekonomi adalah dia yang memiliki etos kerja atau etos mencari nafkah.
Keenam, kemampuan berinteraksi. Bila langkah kedua berbicara memag=ham orang lain, langkah keenam ini berarti dia mampu bertindak fleksibel dalam berinteraksi dengan orang lain.
Ketujuh and last, memiliki kematangan emosional yaitu kemampuan untuk memahami apa yang dia rasakan bisa merasakannya dengan benar dan mampu mengekspresikan perasaan itu dengan benar.

(Resume by Ummi magazine)

Jumat, 23 Mei 2008

Satu Jam Untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat

Manusia selalu berada di antara hidayah Allah dan tipu daya syaithan. Kelengahan sedikit saja, syaithan akan bisa menjermusukan seseorang ke dalam lembah yang akan menyia-nyiakan bahkan merusak hidup seseorang. Berikut ini adalah 7 amal penting yang akan menjamin seseorang terhindar dari kondisi negatif itu. Dengan melakukan 7 program ini, seseorang akan diampuni dosanya, dilindungi dari fitnah kubur, dibangunkan rumah di surga, dikabulkan do’anya, dilindungi dari kefakiran, dicukupi kebutuhannya, dibebaskan dari perasaan gelisah. Uniknya lagi, semua hal itu dapat diperoleh hanya dengan membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit atau 1 jam saja.

  1. Melakukan 12 rakaat sunnah rawatib. Yakni, 2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat bada zuhur, 2 rakaat setelah maghrib, dan 2 rakaat setelah isya.
    Manfaat yang diharapkan: Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi orang yang senantiasa melakukannya.
    Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang solat dalam satu hari sebanyak 12 rakaat, sunnah, Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR Muslim)
  2. Sholat dua rakaat tahajjud. Faidah yang diharapkan: Dikabulkannya do’a, diampunkannya dosa, dan dicukupi Allah kebutuhannya. Dalil: Sabda Rasulullah saw, “Allah sw turun setiap malam ke langit dunia, di saat sepertiga malam terakhir dan mengatakan, “Siapa yang berdo’a kepadaku, pasti aku kabulkan. Siapa yang meminta padaku,pasti aku berikan, dan siapa yang memohon ampun padaku, pasti aku ampuni. (HR. Bukhari)
  3. Melakukan sholat duha 2 raka’at, 4 rakaat atau 8 rakaat. Manfaat yang diharapkan: Bernilai shadaqah dari seluruh persendian tulang. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Setiap persendian kalian adalah sadakah, setiap tasbih adalah sadakah, setiap tahmid adalah sadakah, setiap tahlil adalah adakah, setiap takbir adalah sadakah, setiap anjuran pada kebaikan adalah sadakah, setiap larangan dari yang mungkar adalah sadakah, dan semuanya akan mendapat ganjaran yang sama dengan melakukan shalat dua rakaat dari shalat duha.
  4. Membaca surat Al Mulk. Manfaat yang diharapkan: Diselamatkan dari adzab kubur. Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya ada salah satu surat dri Al Qur`an yang terdiri dari 30 ayat. Ia akan memberi syafaat pada seseorang dengan pengampunan dosa. Yaitu surat “tabarakallazi biyadihil mulk.” (HR Turmudzi dan Ahmad. Turmudzi mengatakan, ini adalah hadits hasan)
  5. Mengatakan : Laailaaha illallah wah dahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa hua ala kulli syai’in qadir dalam satu hari seratus kali. Manfaat yang diharapkan: Terpelihara dari gangguan syaitan selama satu hari, dihapuskan 100 kesalahan dan memperoleh 100 kebaikan.
    Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang mengatakan “Laa ilaaha illallah wah dahuu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ala kulli syai’in qadiir”, maka ia akan mendapat pahala seperti membebaskan 10 budak, ditulis baginya 100 kebaikan, dihapuskan 100 kesalahannya, dan ia akan terpelihara dari syaitan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorangpun yang lebih baik dari apa yang ia peroleh dari hari itu, kecuali ada orang yang beramal lebih dari itu.”
  6. Shalawat atas Nabi Muhammad saw sebanyak 100 kali.
    Faidah yang diharapkan: Bebas dari bakhil dan mendapat balasan shalawat dari Allah swt. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat atas diri saya maka Allah akan mendo’akannya sebanyak sepuluh kali.” (HR. Muslim)

    Hadits Rasulullah saw: Orang yang bakhil adalah orang yang bila namaku disebut di hadapannya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku. (HR Turmudzi)
  7. Mengatakan Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil aziim.
    Faidah yang diharapkan: Ditanamkan di surga untuk yang melakukannya 100 batang pohon. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang melazimkan istighfar, maka Allah akan memberikan padanya jalankeluar di setiap kesempitan, penyelesaian dari setiap kegundahan, dan diberikan rizki dari sesuatu yang tidak diduga-duga. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Hakim)

Selain tujuh amalan di atas, tentu saja kita harus mengerti bahwa iman dalam Islam bukanlah sekedar sholat,dzikir dan bacaan Al Quran, tapi mencakup perbuatan dan prilaku kita dalam berhubungan sesama manusia. Rasulullah menyebutkan, “Senyum anda kepada saudara anda adalah shadakah, danperintah kepada yang ma’ruf serta larangan dari yang mungkar itu shadakah, petunjukmu pada seorang asing yang tersesat itu sedekah, engkau menuntun orang yang sulit melihat itu shadakah, menyingkirkan batu dan duri dari jalan itu adalah sadakah, dan engkau membantu mengambilkan air untuk sahdaramu itu adalah sedekah.” Hadits riwayat Turmudzi ini menunjukkan bahwa kebaikan seorang muslim, selain ditunjang oleh kebaikan bathinnya juga harus diimplementasikan dalam kebaikannya dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya.(eramuslim.com )

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup

KECANTIKAN WANITA


Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

Surat Cinta dari Manusia-Manusia yang Malamnya Penuh Cinta

Wahai orang-orang yang terpejam matanya, Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

Wahai orang-orang yang terlelap, Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.


Wahai orang-orang yang terlena, Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu !! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.


Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu ?


Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, " Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, " Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an. Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata Alloh. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan.


Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang. Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Alloh, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirulloh, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.


Wahai orang-orang yang terbuai, Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Alqur'an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.


Wahai orang-orang yang masih saja terlena, Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika Alloh memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.


Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya, Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Sholat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atho' As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Sholat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah. Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit ? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini ? Sholat demi sholat Istisqo didirikan, namun hujan tak kunjung datang.


Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk sholat Istisqo sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku. Setelah sholat, dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo'a : "Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang ? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya." Lalu apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang pelayan ini. Do'aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.


Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran bukan ? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa karena doaku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.


Wahai orang-orang yang masih saja terpejam, Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan padanya, "Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku." Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.


Wahai orang-orang yang tergoda, Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, "Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!". Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.


Wahai orang-orang yang masih terlelap, Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.


Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu. Semoga Alloh mempertemukan kita di sana, di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga...


Wassalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh,
(Manusia-Manusia Malam)