Jumat, 14 November 2008

Ingatkah Kita Dengan Palestina?

Saudaraku...Ingatkah kita dengan kiblat pertama ummat Islam Al-Aqsha? Tempat berdirinya Baitul Maqdis yang telah lama terluka oleh serangan laknatullah Yahudi. Telah begitu banyak para mujahid dan mujahidah menemui SYAHID. Di sana tak ada waktu untuk tertawa walau hanya sedetik, yang ada hanya lemparan batu yang dilontarkan untuk menghadapi para Yahudi yang menyerang membabi buta bumi Islam yang diberkahi serta negeri para Nabi.
Saudaraku...Entah sudah berapa banyak jiwa yang telah menemui syahidnya. Sedangkan kita? masih dapat tertawa dengan lepasnya, membuang waktu dengan hal-hal yang sia-sia, melakukan pekerjaan yang sia-sia...padahal ajal sedang mengintai kita. Yang membedakan kita dengan saudara kita di Palestina adalah kita masih dapat menikmati hidup dengan nyaman sedangkan saudara-saudara kita hidup dengan semangat hanya untuk membela Dienullah.
Saudaraku...Tidakkah kau tahu? Apa yang paling ditakuti oleh para musuh-musuh Allah? Hanya satu kata yaitu JIHAD. Masihkah kau ingat sebuah nama yang akan tetap terekam oleh ingatan ummat Islam? Ya, As Syahid Syeikh Ahmad Yasin. Tentara zionis memikirkan banyak cara untuk membunuhnya, padahal jika dilihat dari fisik ia sudah renta dan kakinya pun sudah tak lagi berfungsi karena akibat serangan zionis Israel. Mereka dengan liciknya meluncurkan sebuah bom pada mobil As Syahid Syeikh Ahmad Yasin hingga dalam sekejap penyemangat para pejuang di Palestina ini menemui syahidnya. Semerbak harum syurga menyeruak seiring dengan darah beliau yang mengalir di padang pasir.
Saudaraku... Sadarlah bahwa dunia ini hanya sementara, jangan sampai kita terlena dengan dunia yang hanya maya semata. Ingat saudaraku tiap detik yang kita lalui akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Saudaraku...marilah kita sisihkan dari uang kita untuk membantu saudara-saudaraku di Palestina, karena setelah zionis Israel memblokade jalur GAZA, rakyat Palestina mengalami kemiskinan, dan hak-hakl rakyat terluka tidak dapat dipenuhi karena tidak ada obat dan bahan bakar untuk mobil yang ambulan yang bleh masuk ke Palestina.
Saudaraku...Coba kita bayangkan kita saat ini berada di Palestina, yang tiap menit terdengar suara tembakan dan bom yang tak henti-henti. Hidup kita hanya berada dalam ketakutan jika sewaktu-waktu sebuah peluru menembus tubuh kita atau sebuah bom datang ke arah kita dan dalam sekejap tubuh kita hanya tinggal kepingan yang tak lagi dapat dipersatukan lagi.
Saudaraku...bukan maksudku menakutimu, tapi suatu saat pasti kita akan berada pada situasi yang saat ini sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Palestina. Kini...saatnya kita tata hati dan tujuan hidup kita, agar kita siap jika suatu saat kita akan dipanggil menemui Rabb kita. Ingatlah wahai saudaraku bahwa akhirat adalah alam yang kekal selamanya, dan mari kita siapkan bekal untuk memasuki dunia kita yang kekal.


Faiza